watualang.desa.id – Sebuah inovasi menarik dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dilakukan di Desa Watualang Kecamatan Ngawi Kabuaten Ngawi. Pemerintah Desa Watualang melalui kader PKK berkolaborasi dengan pengelola Perpustakaan Cemerlang menggelar program Pos Gizi Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang dipadukan dengan kegiatan literasi. Program yang berlangsung selama 12 hari, tepatnya pada 7 hingga 18 Februari 2026 ini, memanfaatkan Aula Desa Watualang sebagai pusat kegiatan.
Kegiatan yang digerakkan langsung oleh kader PKK Watualang ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi balita, tetapi juga pada stimulasi tumbuh kembang mereka melalui pendekatan literasi dan permainan edukatif. Setiap harinya, para balita di desa setempat mendapatkan asupan makanan bergizi yang diolah oleh para kader PKK. Menu Dashat dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang guna mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah risiko stunting.
Namun, yang menjadi ciri khas program Pos Gizi Dashat di Desa Watualang adalah kolaborasinya dengan Perpustakaan Cemerlang. Di sela-sela kegiatan pemberian makanan, petugas perpustakaan dan kader PKK yang terlatih menyediakan berbagai layanan stimulasi. Anak-anak diajak bermain dengan Alat Permainan Edukatif (APE), membaca buku bergambar bersama, serta mengikuti sesi membaca nyaring (read aloud) yang dipandu oleh PIC Perpustakaan Cemerlang Desa Watualang. Tak hanya itu, pojok khusus bernama "Tugu Titik Baca" juga tersedia sebagai layanan literasi, menyediakan beragam buku anak yang dapat diakses kapan saja selama kegiatan berlangsung.
Kepala Desa Watualang, Bapak Anton Ponijan, yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terbangun.
"Saya sangat bangga dan mendukung penuh inovasi yang dilakukan oleh kader PKK dan pengelola Perpustakaan Cemerlang. Menggabungkan pos gizi dengan perpustakaan adalah langkah cerdas. Tidak hanya tubuh anak-anak yang sehat karena makanan bergizi, tetapi juga otak mereka terasah melalui buku dan permainan. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi generasi penerus Desa Watualang," ujar Bapak Anton Ponijan saat meninjau langsung jalannya kegiatan pada Senin (10/2).
Sementara itu, PIC Perpustakaan Cemerlang Desa Watualang menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap buku dan membaca sejak usia dini. "Dengan mengusung konsep 'Tugu Titik Baca' dan membaca nyaring, kami ingin anak-anak merasa bahwa perpustakaan dan buku adalah teman yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, sehingga tumbuh kembang anak-anak Watualang optimal, baik secara fisik maupun kognitif," jelasnya.
Para orang tua balita yang anaknya mengikuti program ini pun menyambut antusias. Mereka mengaku senang karena anak-anak mendapatkan makanan sehat sekaligus kegiatan positif yang mendukung kesiapan mereka sebelum memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 18 Februari 2026 nanti, diharapkan kolaborasi antara Pos Gizi Dashat dan Perpustakaan Cemerlang ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam upaya percepatan penurunan stunting yang terintegrasi dengan peningkatan literasi masyarakat.