watualang.desa.id Sabtu Pagi (15/03), Perpustakaan Cemerlang Desa Watualang menyelenggarakan pelatihan membuat nastar tanpa oven, tanpa mikser, dan tanpa cetakan. Pelatihan ini terinspirasi dari koleksi buku di perpustakaan yang berjudul “101 Resep Kue Kering Klasik dan Modern”. Momen Ramadan adalah momen yang pas untuk melaksanakan kegiatan memasak hidangan sebagai menu yang disajikan saat lebaran nanti. Sehingga buku tersebut dibedah untuk diambil materinya, kemudian dimodifikasi ke dalam sebuah praktik pembuatan nastar.
Pelatihan semacam ini memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar membuat kue nastar dengan cara yang praktis dan sederhana, tanpa perlu peralatan khusus. Teknik ini bisa sangat bermanfaat bagi measyarakat yang tidak memiliki peralatan lengkap di rumah, namun tetap ingin menikmati kue nastar yang lezat. Peserta akan diajari cara membuat adonan nastar secara manual, cara membentuk nastar menggunakan tangan atau bahan alternatif lain, dan cara memasak menggunakan teknik selain oven, yaitu dengan menggunakan wajan atau steamer.
Banyak peserta, terutama yang baru pertama kali mencoba membuat nastar, mungkin merasa penasaran dengan cara membuat kue tanpa peralatan yang biasanya dianggap esensial. Mereka akan sangat antusias melihat bagaimana adonan bisa dicampur dengan tangan dan bagaimana cara membentuk kue nastar tanpa cetakan. Dalam pelatihan ini, peserta sangat terlibat dalam setiap tahapannya, baik dari pencampuran adonan hingga memasak kue nastar. Mereka saling berbagi pengalaman dan tips, baik dalam membuat adonan yang tepat maupun dalam cara yang efektif untuk memanaskan kue tanpa oven.
Hasil akhir yang diharapkan adalah nastar yang enak dan menggugah selera, meski dibuat tanpa oven dan mikser. Rasa penasaran dan kegembiraan akan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya waktu untuk mencicipi hasil buatan sendiri, yang pastinya menjadi momen yang ditunggu-tunggu.
Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya memberi kesempatan untuk belajar membuat nastar, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar warga desa, dan memberi mereka rasa pencapaian ketika berhasil membuat kue nastar meskipun dengan cara yang tidak biasa. Pastinya, kegiatan ini akan meninggalkan kesan positif dan memotivasi mereka untuk terus mencoba resep-resep lainnya!